1. Fisiologi olahraga
Kapasitas aerobik, komposisi tubuh, kontrol neuromuskular, biomarker termasuk BDNF.
Definisi bidang
Bidang ini mengkaji bagaimana aktivitas fisik yang melibatkan pembelajaran motorik kompleks — khususnya yang tertanam dalam budaya — bekerja sebagai stimulus neuroadaptif. Tujuannya sederhana: membentuk dan menjaga kapasitas kognitif–motorik sepanjang hayat, lalu menerjemahkan temuan itu menjadi inovasi yang bisa dipakai di kesehatan dan wellness.
Saya tidak menempatkan tari Bali sebagai “olahraga bertema budaya”. Tari diperlakukan sebagai ekologi paparan jangka panjang: gerak rumit, irama, sosial, dan ritual yang sudah berjalan lintas generasi.
Kapasitas aerobik, komposisi tubuh, kontrol neuromuskular, biomarker termasuk BDNF.
Neuroadaptasi, dual-task, body awareness, resiliensi neurofungsional lintas usia.
Legong sebagai model CML; jendela kritis kultural usia 5–8 tahun; lasting trace.
Neurobik, Strap Neurobik, NIWS, HKI, implementasi industri wellness.
Anak perempuan Bali secara melembaga mulai belajar tari sejak usia dini. Proposisi saya: institusi itu menyelaraskan complex motor learning dengan periode sensitif perkembangan. Itu local genius yang bisa diuji secara ilmiah — termasuk apakah jejaknya tetap terbaca pada dewasa yang sudah tidak menari.
Mengembangkan bidang ini berbasis neuroadaptasi dan aktivitas fisik multisensorik untuk kualitas hidup sepanjang hayat, serta hilirisasi inovasi berbasis budaya di tingkat nasional dan internasional.