1–3 · EEG
Entrainment gamelan, motor imagery/SMR, EEG lapangan ritual. Instrumen lapangan: Muse 2; lab presisi: KT88-3200.
Design 2026–2036Rancangan 2026–2036
This is an agenda, not a results report. Phases and tracks are set for a professorship portfolio and will be updated after primary data exist.Ini agenda, bukan laporan hasil. Fase dan jalur riset disusun untuk portofolio Guru Besar dan akan diperbarui setelah data primer ada.
| PhaseFase | FocusFokus | Milestone |
|---|---|---|
| I · 2026–2027 | Bukti lintas usia, DT-TUG, jendela kritis kultural | Submission Q1 sebelum Des 2027 |
| II · 2027–2028 | RCT Neurobik, NIF-Scale, mekanisme | Instrumen NIF-Scale selesai |
| III · 2028–2030 | NIWS pada lansia dan ekspansi populasi | Uji klinis NIWS |
| IV · 2030–2033 | Pusat unggulan PU-KNBI | Simposium internasional di Bali |
| V · 2033–2036 | Replikasi lintas budaya, warisan sekolah pemikiran | Konsorsium dan adopsi health tourism |
Entrainment gamelan, motor imagery/SMR, EEG lapangan ritual. Instrumen lapangan: Muse 2; lab presisi: KT88-3200.
Efisiensi squat, koordinasi gerak Legong, kopling multimodal EEG–EMG. Instrumen: Shimmer3R.
Usia mulai belajar tari vs kapasitas neuromotor dewasa, independen status keaktifan menari.
BDNF remains the binding biomarker. Each new study should continue the 2014–2025 evidence chain, not start a new story.BDNF tetap biomarker pengikat. Setiap studi baru harus menyambung rantai bukti 2014–2025, bukan memulai cerita baru.